47 Rue Cortambert, 75116 Paris - Tél. : 01 45 03 07 60 - Nos horaires d'ouverture

PAVILIUN INDONESIA RAMAI DISERBU PENGUNJUNG

///PAVILIUN INDONESIA RAMAI DISERBU PENGUNJUNG

Popularitas produk makanan dan minuman Indonesia kembali tampak selama berlangsungnya Salon International de Agro Alimentaire (SIAL) di Paris, Prancis pada tanggal 19 hingga 23 Oktober 2014. Antusiasme para pengunjung terlihat dari padatnya Paviliun Indonesia yang menempati lahan seluas 45m2 di country Hall Parc Expo yang menyajikan dan mempresentasikan berbagai ragam produk makanan dan minuman buatan perusahaan Indonesia yang hadir di Paviliun (yaitu PT Garuda Food, PT Kampung Kearifan Indonesia (Javara), PT Toba Surimi Industries, PT Dua Kelinci dan PT Kalbe International.

 

 

Selama di Paviliun Indonesia, para pengunjung berkesempatan mencicipi makanan dan minuman seperti biskuit, mi-instan, kacang, coklat, dan minuman energi serta beragam bumbu rempah yang dihasilkan secara organik telah banyak menarik buyers internasional.

 

Selain itu terdapat sejumlah perusahaan produk makanan dan minuman Indonesia lainnya yang turut berpartisipasi pada pameran SIAL yaitu PT. Manohara Asri, PT Wings Food, PT Multi Commodity Indonesia, PT Indofood, PT ICC Indonesia, PT. Bina Karya Prima, , CV. Pacific Harvest – Sardine and Tuna Canning Industry, PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS Food), PT Coco Sugar Indonesia dan PT Kapal Api Global.


SIAL, salah satu pameran terbesar di Eropa untuk produk makanan dan minuman, diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Penyelenggaraan tahun 2014 menandai Peringatan 50 tahun penyelenggaraan SIAL dengan tema “50 years of Innovation”.  Tema ini diharapkan dapat mendorong produsen  makanan dapat terus menciptakan inovasi baru khususnya menghadapi krisis ekonomi di wilayah Eropa. Pameran ini menghadirkan beragam produk pangan dari 6500 peserta dari 105 negara. Jumlah peserta SIAL tahun ini meningkat sebesar 10% dibandingkan dengan penyelenggaraan SIAL sebelumnya. Para peserta terdiri dari 54% sektor ritel, 18% food services serta 4% services. SIAL telah menarik 150.000 pengunjung termasuk para pelaku pasar produk makanan dan minuman dari kawasan Eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin, Asia Pasifik, Afrika dan Timur Tengah yang turut hadir untuk menjajaki kerja sama dengan produsen dan buyers internasional.
Produk Indonesia telah berhasil menjaring buyers potensial dari kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia Pasifik dan diperkirakan nilai potesial transaksi yang dihasilkan selama keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini mendekati US$ 4 juta. Beberapa produk Indonesia yang menarik minat buyers potensial antara lain adalah produk pangan olahan seperti tuna kalengan, panganan kecil/snack, kacang serta bumbu.
Keikutsertaan Indonesia di SIAL diharapkan semakin memperluas penetrasi produk Indonesia tidak hanya di pasar Eropa namun juga di kawasan Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dan Asia Pasifik dengan meningkatkan peluang pertemuan dan interaksi antar kalangan bisnis yang hadir di pameran ini. Pengusaha yang terlibat dalam pameran juga terlihat aktif menjemput bola dan diharapkan dapat meningkatkan nilai transaksi perdagangan melalui ekspor produksi ke mitra bisnisnya. Pameran ini juga menjadi wadah bagi para pengusaha untuk meningkatkan pemahamannya atas pasar Eropa serta selera pasar masyarakat.
Disela-sela pameran SIAL 2014, juga  dilaksanakan pula Seminar Expro on Food Ingredients di Paris pada tanggal 19 – 25 Oktober 2014. Seminar hasil kerja sama Kementerian Perindustrian dan CBI (Center for Promoting Imports from Developing Countries) Belanda ini diikuti oleh 13 UKM dan Asosiasi Indonesia dimana para peserta dibekali pelatihan mengenai export marketing, manajemen serta teknik promosi. Tujuan seminar adalah meningkatkan pemahaman para peserta atas pasar Eropa.

SIAL, salah satu pameran terbesar di Eropa untuk produk makanan dan minuman, diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Penyelenggaraan tahun 2014 menandai Peringatan 50 tahun penyelenggaraan SIAL dengan tema “50 years of Innovation”.  Tema ini diharapkan dapat mendorong produsen  makanan dapat terus menciptakan inovasi baru khususnya menghadapi krisis ekonomi di wilayah Eropa. Pameran ini menghadirkan beragam produk pangan dari 6500 peserta dari 105 negara. Jumlah peserta SIAL tahun ini meningkat sebesar 10% dibandingkan dengan penyelenggaraan SIAL sebelumnya. Para peserta terdiri dari 54% sektor ritel, 18% food services serta 4% services. SIAL telah menarik 150.000 pengunjung termasuk para pelaku pasar produk makanan dan minuman dari kawasan Eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin, Asia Pasifik, Afrika dan Timur Tengah yang turut hadir untuk menjajaki kerja sama dengan produsen dan buyers internasional.

 

Produk Indonesia telah berhasil menjaring buyers potensial dari kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia Pasifik dan diperkirakan nilai potesial transaksi yang dihasilkan selama keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini mendekati US$ 4 juta. Beberapa produk Indonesia yang menarik minat buyers potensial antara lain adalah produk pangan olahan seperti tuna kalengan, panganan kecil/snack, kacang serta bumbu.

Keikutsertaan Indonesia di SIAL diharapkan semakin memperluas penetrasi produk Indonesia tidak hanya di pasar Eropa namun juga di kawasan Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dan Asia Pasifik dengan meningkatkan peluang pertemuan dan interaksi antar kalangan bisnis yang hadir di pameran ini. Pengusaha yang terlibat dalam pameran juga terlihat aktif menjemput bola dan diharapkan dapat meningkatkan nilai transaksi perdagangan melalui ekspor produksi ke mitra bisnisnya. Pameran ini juga menjadi wadah bagi para pengusaha untuk meningkatkan pemahamannya atas pasar Eropa serta selera pasar masyarakat.

 

Disela-sela pameran SIAL 2014, juga  dilaksanakan pula Seminar Expro on Food Ingredients di Paris pada tanggal 19 – 25 Oktober 2014. Seminar hasil kerja sama Kementerian Perindustrian dan CBI (Center for Promoting Imports from Developing Countries) Belanda ini diikuti oleh 13 UKM dan Asosiasi Indonesia dimana para peserta dibekali pelatihan mengenai export marketing, manajemen serta teknik promosi. Tujuan seminar adalah meningkatkan pemahaman para peserta atas pasar Eropa.

By | 2014-10-29T11:47:06+00:00 octobre 29th, 2014|Categories: Économie|