KBRI Paris bawa warna budaya dan potensi investasi Indonesia di Andorra

Home/Actualité, Ambassade d'Indonesie, Commerce et l'Industrie, Économie, Socio-Culturel, Tourisme/KBRI Paris bawa warna budaya dan potensi investasi Indonesia di Andorra

 

Pertunjukan malam budaya “Colors of Indonesia” hadir di Andorra, membawa nuansa gamelan Bali dan tari tradisional dari Sumatra. Sebanyak 400 orang masyarakat Andorra menghadiri acara di Auditori Nacional d’Andorra pada Rabu malam (25/10), yang terletak di Distrik Ordino, sekitar 10 kilometer dari ibukota Andorra La Vella. Tercatat Menteri Luar Negeri Andorra, Maria Ubach Font, dan Menteri Ekonomi Mr Gilbert Saboya, menghadiri acara tersebut, demikian pula para pejabat dari berbagai lembaga Andorra, bisnis, universitas dan sekolah, serta media. Kegiatan “Colors of Indonesia” ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI di Paris (merangkap akreditasi untuk Andorra) bekerja sama dengan Pemerintah Andorra, dan turut didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menlu Maria Ubach Font dalam sambutan pembukaan menyampaikan penghargaan atas hubungan bilateral yang baik antara kedua negara yang telah berjalan 21 tahun sejak 1996. Menlu Font juga menyambut baik pertunjukan budaya yang dipersembahkan di Andorra, yaitu gamelan Bali, tari Sumbar dan Jabar, serta penampilan dari gitaris kenamaan Indonesia, Balawan.

Selanjutnya Duta Besar Hotmangaradja Pandjaitan menyampaikan bahwa setiap hubungan bilateral harus membawa nilai tambah bagi masyarakat kedua negara, serta harus dibina secara kontinyu. “Agar kita tidak hanya bertemu setahun sekali dalam pertemuan PBB di New York,” himbau Dubes Pandjaitan.

Tari dan musik Indonesia pukau penonton

Pada malam budaya di Andorra, tampil kelompok tari Joged Nusantara yang membawakan Tari Bajidor Kahot dan Tari Rantak. Dengan gerakan dinamis, dua tarian ini kiranya cukup mencerminkan kondisi masyarakat kedua negara yang terus berkembang dan bergerak.

Sementara itu, grup gamelan Puspa Warna menampilkan repertoire gamelan Bali, termasuk Tari Panyembrama dan Legong. Penampilan dua kelompok ini mendapatkan aplaus meriah dari penonton. Joged Nusantara dan Puspa Warna adalah asosiasi budaya dari Paris dan sering terlibat dalam berbagai kegiatan budaya Indonesia di Prancis.

Sebagai pertunjukan puncak Colors of Indonesia, hadir salah satu gitaris terbaik Tanah Air, Balawan, bersama kelompoknya Gamelan Maestro Project. Tak hanya beberapa tembang gamelan modern, Balawan pun tak lupa membawakan “Besame Mucho” yang disambut meriah. Nampak banyak penonton langsung mengeluarkan handphone untuk merekam lagu yang menampilkan vokal merdu Ayu Kamaratih.

Perkenalan bisnis Indonesia

Acara budaya ini melengkapi rangkaian kegiatan KBRI Paris di Andorra, yang mengadakan dialog bisnis pada Rabu paginya di Andorra Park Hotel. Pertemuan dihadiri oleh 21 orang CEO, pimpinan Kadin Andorra, wakil perusahaan, perbankan, dan pengusaha Andorra. KBRI Paris menghadirkan pembicara dari perwakilan BKPM dan Bank Indonesia.

“Saat ini kita bertemu sebagai perkenalan, serta untuk tindak lanjut pertemuan Menlu RI dengan Menlu Andorra di New York,“ demikian Dubes RI Paris dalam sambutannya. Memang sebelumnya belum pernah ada pertemuan seperti ini di Andorra, sehingga kesempatan untuk ekspos potensi investasi dan perdagangan kali ini dimanfaatkan oleh KBRI Paris. “Saya harapkan tahun 2018, dapat diadakan forum bisnis, untuk kerja sama Indonesia-Andorra yang lebih besar, agar kita capai people-to-people contact,” ungkapnya.

Dalam pertemuan bisnis ini, para pembicara memperkenalkan berbagai potensi Indonesia khususnya di bidang ekonomi dan investasi, baik untuk sektor infrastruktur, perbankan, manufaktur, hingga pariwisata. Andorra adalah sebuah negara kecil yang berbatasan langsung dengan Prancis dan Spanyol, dengan luas wilayah sekitar 468 km persegi dan jumlah penduduk sekitar 79.000 jiwa saja. Meski demikian, Andorra adalah mitra penting bagi Indonesia, serta memiliki potensi kerja sama yang besar.
Beberapa undangan, seperti dari TAG Systems, Morabank dan Grandvalira Group, menyampaikan bahwa sektor perbankan, pariwisata dan teknologi dapat menjadi peluang kerja sama antara kedua negara. Sebagai catatan, meski berpenduduk lebih sedikit dibanding Kecamatan Gambir di Jakarta, Andorra mampu menarik lebih dari 8 juta turis setiap tahunnya, terutama untuk wisata ski dan belanja.
Melihat reaksi dan komentar para undangan, pertemuan bisnis ini dinilai cukup berhasil meningkatkan pemahaman terkait potensi Indonesia. Oleh karena itu sebagai tindak lanjutnya, KBRI Paris pun kini menjajaki pertemuan bisnis yang lebih besar pada tahun 2018 mendatang.

(KBRI Paris/pn)

By | 2017-10-30T19:38:25+00:00 octobre 30th, 2017|Categories: Actualité, Ambassade d'Indonesie, Commerce et l'Industrie, Économie, Socio-Culturel, Tourisme|