Penandatanganan tiga kesepakatan energi antara Indonesia dengan Prancis

/, Ambassade d'Indonesie, Commerce et l'Industrie, Économie/Penandatanganan tiga kesepakatan energi antara Indonesia dengan Prancis

Bertempat di KBRI Paris, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menyaksikan penandatanganan 3 buah Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT. PLN (Persero) dengan tiga perusahaan energi Independent Power Producers (IPP) dari Prancis. Penandatangan ini dilakukan di sela-sela kehadiran Menteri ESDM dalam rangkaian KTT One Planet di Paris. Penandatangan ini juga merupakan tindak lanjut dari acara “French Renewable Energy Group » yang dilangsungkan di Jakarta pada bulan Februari 2017 lalu. Tiga proyek pembangkit listrik tersebut akan menghasilkan total 170 MW, dengan nilai investasi sebesar 336,9 Juta US Dollar. Dari pihak Indonesia pendandatanganan dilakukan oleh Bapak Djoko R. Abumanan, Direktur Perencanaan Korporat PLN, sementara dari Prancis masing-masing oleh Fabienne Demol dari Pace Energy, Timothy Russell dari Equis Energy Indonesia, dan Christophe Moyon dari Akuo Energy Indonesia.

Ketiga LoI yang ditandatangani meliputi:

1) PLTB Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan, kapasitas 70 MW dengan pengembang konsorsium Pace Energy pte. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Target COD adalah 24 bulan dari Financial Date (FD)/2020, dengan nilai investasi sebesar USD 153.738.000.

2) PLTS Bali-1 di Kab. Kubu, Provinsi Bali, kapasitas 50 MWp dengan pengembang konsorsium Equis Energy Indonesia & PT Infrastruktur Terbarukan Fortuna. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi USD 91.600.000.

3) PLTS Bali-2 di Kab. Jembrana, Provinsi Bali, kapasitas : 50 MWp dengan pengembang Akuo Energy Indonesia ltd. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi USD 91.600.000.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM memberikan apresiasi atas kerjasama Indonesia-Perancis yang diwujudkan dengan komitmen melalui LoI di sektor ketenagalistrikan ini, mendorong upaya peningkatan bauran energi terbarukan di Indonesia dalam mencapai target 23 persen pada 2025 dan berkontribusi pada aksi perubahan iklim. Sementara itu Duta Besar Hotmangaradja Pandjaitan menyampaikan harapannya agar tiga proyek energi ini nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, serta kontribusi nyata bagi pembangunan di Tanah Air.

Penandatanganan kesepakatan ini semakin menegaskan bahwa energi terbarukan di Indonesia menarik bagi investor, baik pelaku bisnis, organisasi internasional, maupun lembaga perbankan internasional. Menteri ESDM dan rombongan selanjutnya dijadwalkan mengikuti rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet Summit di Paris pada tanggal 12 Desember 2017 sebagai peringatan dua tahun atas ditandatanganinya Perjanjian Perubahan Iklim “Paris Agreement », serta meninjau kembali komitmen dan implementasi kesepakatan global tersebut.

By | 2017-12-12T21:09:18+00:00 décembre 12th, 2017|Categories: Actualité, Ambassade d'Indonesie, Commerce et l'Industrie, Économie|